Entry: TUBERCOLUSIS Wednesday, May 28, 2008



TBC
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Demikian pula di Indonesia, Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.

Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992, menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian, sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262.000 BTA positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100.000 penduduk. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140.000 penduduk tiap tahun.

Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia.

Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan, sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC . Simak semua informasi mengenai penyakit TBC, pengobatan TBC, Uji TBC dan Klasifikasi TBC, Obat TBC dan pertanyaan seputar TBC yang ada di website ini.

   1 comments

Name
July 15, 2008   07:15 AM PDT
 
Indonesia, Negara kita tercinta tempat kita dibuai dibesarkan bunda, adalah suatu Negara maritim, Negara dengan wilayah laut yang luas, yang dengan itu, memiliki sumber daya bahari yang melimpah dan potensial. Jumlah sumber daya alam yang sangat cukup sebenarnya untuk menyejahterakan sekitar 200 juta rakyatnya. Hal yang kadang kurang disadari oleh bangsa Indonesia sendiri., hingga mesti terpuruk di negeri sendiri.

Salah satu sumber daya bahari potensial adalah karagenan, polisakarida dari algae, suatu ekstrak rumput laut, yang memiliki sejumlah manfaat, terutama dalam industri makanan dan sejenisnya, seperti selai dan es krim. Karagenan adalah suatu senyawa hidrokoloid yang terdiri atas ester kalium, natrium dan magnesium atau kalsium sulfat dengan galaktosa dan kopolimer 3,6 anhidrogalaktosa. Keluarga karagenan dibagi menjadi tiga cabang utama, yakni kappa, iota dan lambda, yang berbeda pada karakteristik gel dan reaktifitas proteinnya.

Kegunaan karagenan sangat melimpah, kemampuannya yang unik untuk membentuk sejumlah variasi gel pada suhu kamar, kaku atau lentur, kokoh atau lembut, dan dengan titik leleh yang tinggi atau rendah. Larutan karagenan akan menebal, tersuspensi dan menstabilkan partikulat sebagaimana dispersi koloid dan emulsi air/minyak. membentuk gel. Kebutuhan akan makanan yang nyaman dan stabil semakin memperkuat kebutuhan akan karagenan di masa datang, tambahan lagi, potensi yang belum terberdayakan di bidang lain seperti kosmetik dan industri farmasi, yang selama ini banyak memakai CMC. Karagenan digunakan sebagai stabilisator pada es krim dan coklat. “Thickener” pada industri bakery, emulsifier pada pasta gigi (memperhalus tekstur), memberikan kejernihan pada anggur, membentuk gel pada penyegar udara. Secara umum karagenan digunakan untuk memperbaiki sifat sediaan pembentuk suspensi atau emulsi.

Prospek pemanfaatan karagenan di masa datang sangat luas, yakni pada industri daging dan unggas, pasta gigi, saus, roti, mie, pelapis keramik, kertas, tekstil, pestisida, bioteknologi, dan industri farmasi seperti kosmetik, perawatan luka, sistem penghantaran obat, sampo, lotion dan gel kontrasepsi. Sebagai keuntungan tambahan, karagenan relatif aman dan tidak toksik dibandingkan zat tambahan makanan lainnya, selain penggunaan dan pengolahannya yang mudah.

Pengolahan karagenan relatif mudah dan murah sehingga dapat dilakukan oleh industri rumah tangga. Pengolahan karagenan relatif tidak menambahkan zat tambahan apapun pada pengolahannya sehingga dapat dikatakan bahwa karagenan adalah suatu yang alami. Cara pengolahannya adalah sebagai berikut; bahan direndam selama 12-14 jam, lalu dicuci, ditambah air dengan perbandingan 1: 15, dimasak pada suhu 100◦C selama 2-3 jam, lalu dihancurkan, disaring, kemudian diendapkan dengan alkohol 90 % selama 24-28 jam, disaring, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi tepung karagenan.

Sumber penghasil karagenan, antara lain; Euchema cotonii, Euchema spinosum, Euchema edule, Euchema muricatum, Euchema strialum, Euchema isiforme, Euchema uncinatum, Chondrus crispus, Furcellaria fastagiata, Hypnea muciformis.
Karagenan sekali ya...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments